Cinta, Kasih Sayang, Kewibawaan, Kepercayaan Adalah Alat Pendidikan, Tanpa Kekerasan

Membaca kisah ibu Een, lulusan UPI yang menginspirasi, bisa dilihat disini

http://news.liputan6.com/read/606837/kuliah-umum-bu-een-kita-harus-tegar-apapun-bentuknya

Liputan6.com, Bandung : Een Sukaesih, guru penderita rheumatoid arthritis yang sudah pernah divonis mati, memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) –dulu IKIP Bandung–, tempat Een pernah menuntut ilmu. Di dalam gedung yang berisi civitas akademika UPI Bandung itu tertegun dan meneteskan air mata.

Een, peraih Special Awards dalam ajang Liputan 6 Award itu sambil terbaring di atas kasur, berbaju batik dan dilengkapi kipas angin, memberikan kuliah umum di ruangan besar gedung UPI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/6/2013).

Een memberikan banyak pesan kepada para dosen, mahasiswa, beserta seluruh peserta yang hadir di ruangan ini. Een berpesan bahwa di setiap kesulitan, selalu ada kemudahan. Tidak mudah menyerah, apalagi putus asa meski tak jarang menemui rasa lelah dan jenuh. “Allah berfirman, janganlah kita berputus asa atas rahmat Allah,” ujar Een.

Setiap kata demi kata dijawab dengan tangisan air mata peserta yang hadir. Rektor, guru besar, mahasiswa, alumni, semua berbaur menyaksikan kuliah umum wanita yang bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Juni di Kantor Presiden, Jakarta Pusat ini.

“Kita dituntut untuk selalu tegar menghadapi kenyataan, apapun bentuknya,” jelas Een. Satu hal yang ditegaskan wanita lulusan IKIP Bandung jurusan Psikologi Pendidikan dan Guru ini, bahwa dasar ilmu pendidikan hanya satu kalimat singkat.

“Yakni kasih sayang dan rasa peduli dengan sesama. Mudah-mudahan ini dapat menjadi inspirasi buat semuanya bahwa dengan cinta dan kasih sayang, yang merupakan alat pendidikan selain kewibawaan dan kepercayaan, pendidikan di Indonesia insya Allah di masa yang akan datang akan lebih maju dari masa sekarang,” tutup Een. (Ism/Mut)

Semangatnya sungguh…

Jadi ingat sebuah kutipan:

Cara belajar yang paling baik adalah mengajar dan menulis. Cara mengajar paling baik itu memberi contoh, dengan melakukan. Melakukan paling baik itu dengan cinta. Kalau kita melakukan segala sesuatu dengan cinta, itu baik. Jadi kalau kita berbuat baik ke setiap orang, maka pasti kita tidak akan pernah rugi. Saya pengagum The Beatles, all you need is love. Cinta itu sharing, caring, giving, dan forgiving. — Widjajono Partowidagdo

Bakti kami untuk Tuhan…. bangsa…. Merdeka.

Apa yang disebut dengan Cerdas…

Saya hanya ingin re-blog tulisan dosen Elektro ITB tentang apa yang disebut dengan cerdas. Sumbernya dari sini http://azrl.wordpress.com/2013/03/05/cerdas/

Cerdas yang sebenarnya adalah kemampuan berempati.

Cerdas dan pintar agak berbeda. Pintar artinya bisa menjawab dengan tepat. Bisa bereaksi dengan tepat. Diberi kesulitan, ia bisa atasi. Itu berbasis apa yang sudah ia latih.

Tapi cerdas itu lebih berupa kesadaran. Semakin cerdas seseorang, semakin ia menyadari realitas yang ada. Ia menyadari jalan pikiran orang. Ia mampu membayangkan sesuatu dengan tepat meskipun ia tidak berada di sana. Empati.

Orang bisa pintar tapi tidak cerdas. Ia bisa menyelesaikan persoalan matematika. Pintar. Tapi bila ia tidak bisa membayangkan perasaan orang lain, ia tidak cerdas.

Jadi orang cerdas itu memiliki kesadaran yang luas akan realitas (consciousness). Ia sanggup berempati dengan berbagai situasi di berbagai realitas. Ia sanggup membayangkan perasaan orang lain. Ia sanggup memhami akibat perbuatannya.

Cerdas tertinggi adalah mampu menyadari dan mengalami penyertaan Allah dalam hidupnya. Di sini kita tidak pintar, dalam arti sanggup mendeskripsikan Allah dengan tepat. Tidak. Jauh dari itu. Tapi mampu merasakan kehadiranNya. Kasih sayangNya.

Kita lebih baik mengejar kecerdasan ketimbang kepintaran.

Maka menurut saya orang cerdas mungkin akan berpikir lebih banyak untuk melakukan ini http://id.berita.yahoo.com/sudah-salah-malah-marah-tabiat-pejabat-indonesia-003000526.html

MERDEKA.COM. Kasus pemukulan yang dialami oleh Febriyani tengah menjadi perhatian. Pramugari Sriwijaya Air itu menjadi korban tindak kekerasan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Provinsi Bangka-Belitung, Zakaria Umarhadi.

Febri dipukul menggunakan koran oleh Zakaria saat diminta untuk mematikan telepon selulernya di dalam pesawat. Bukan malah mematikan, Zakaria malah tersulut emosianya.

Padahal, dalam aturan penerbangan, alat komunikasi harus dimatikan termasuk HP. Sebab, sinyal HP bisa mengganggu jalannya penerbangan.

Setelah kejadian pemukulan, pihak keamanan bandara langsung mengamankan Zakaria. Tidak terima dengan perlakuan Zakaria, Febri lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pangkalanbaru, Bangka.

Peristiwa pemukulan itu terjadi pada Rabu (5/6) malam setelah pesawat dengan nomor penerbangan SJ 087 mendarat di Bandara Depati Amir, Bangka.

Tidak hanya Zakaria. Pada 2011 lalu, Roy Suryo juga pernah membuat kehebohan di Pesawat Lion Air. Roy yang kala itu menjadi anggota DPR dikabarkan terlibat adu mulut dengan seorang penumpang di dalam pesawat gara-gara rebutan tempat duduk karena nomor seat sama.

Peristiwa itu diceritakan oleh pemilik akun @ernestprakasa. “Pas di cek, trnyata, *jreng2* tiket Roy Suryo a/ u/ flight jam 7.45, bukan 6.15. Tapi dia kekeuh ga mo turun, pk bw2 nama dir.Lion Air,” demikian tweet dalam akun @ernestprakasa.

Soal kejadian ini, Roy juga sudah mengklarifikasi. Ia menegaskan dalam kasus ini hanya terjadi kesalahpahaman.

Sumber: Merdeka.com

 

Saya juga sering di Indonesia, sudah ditulis “harap antri” tetap saja nyelonong, walau HP BB, Android mahal, IPad, IPhone atau lainnya tapi kalau seperti itu sangat terlihat “seberapa terdidiknya”. Ada lagi, jelas jelas di pesawat dilarang menggunakan HP dan kroni-kroninya, tetap saja……. sehingga terlihatnya “seberapa terdidiknya”.

Semoga kita termasuk orang-orang cerdas. Aamiin.

Pendidikan untuk Peradaban

Entahlah, tiba-tiba saja melihat banyak artikel dan facebook dari Geugeut Zaludio Anafi di https://www.facebook.com/geugeut.dio?fref=ts dan Winda Yulia di https://www.facebook.com/winda.yulia.31?fref=ts. Geugeut kabarnya adalah lulusan terbaik FPOK UPI pada angkatannya dan begitu pula dengan Winda Yulia juga lulusan Pendidikan Matematika terbaik pada angkatannya. Ada banyak hal mengharukan dan membangkitkan semangat kita sebagai manusia. Ya, mereka wafat karena terseret meluapnya sungai di Aceh Timur, perahu mereka terbalik pada 26 November 2012.

Winda tidak mengikuti seremonial wisuda untuk mengikuti program Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T) seperti yang ditulis temannya di http://wijayantianisa.blogspot.com/2012/10/wisuda-antara-aku-kita-dan-dia_5.html?spref=fb

Setelah dinyatakan lulus pada ujian sidang pada tanggal 22 Juni 2012 dan Agustus 2012, melakukan revisi ini itu, melengkapi berbagai persyaratan, akhirnya tibalah waktu yang kami tunggu sebagai lulusan dari Jurusan Pendidikan Matematika UPI. Ada sepenggal cerita tentang wisuda aku, kita dan dia. Aku yang telah menunggu saat-saat wisuda sejak menginjakkan kampus empat tahun yang lalu kini telah mempersiapkan semuanya, saat wisuda tanggal 17 Oktober nanti kehamilanku tepat menginjak sembilan bulan, artinya di wisuda bersama utun dalam rahimku. Rasanya, hmmmmm,..sungguh tidak terpikir sebelumnya.
Orang tua dan suami menyambut gembira momen ini. Bahkan, suamiku sengaja datang dari Bengkulu untuk bisa menghadiri acara tersebut. Teman-teman sekelasku tak kalah heboh menyambut momen bahagia itu, sibuk mempersiapkan baju bahkan bagi para akhwat sudah memikirkan di salon mana mereka akan didandani. Orangtua dan kerabat sudah dipersiapkan untuk diajak dalam momen penting ini. Panitia tak kalah gencar menyiapkan semuanya agar acara besar ini bisa berjalan dengan sempurna.

Di sela hiruk pikuk persiapanku, teman-teman dan panitia. Ada dia disana yang memilih untuk tidak ikut wisuda. Dia adalah temanku yang meraih predikat terbaik satu angkatan kami. Dia yang sederhana dan sangat baik sebagai teman. Dia memilih untuk tidak datang karena sebuah alasan yang membuat hatiku terenyuh. Dia pergi ke Aceh Timur untuk program SM3T. Sebuah program yang mengharuskannya pergi ke daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Bergabung bersama relawan yang lain demi memajukan pendidikan anak bangsa yang bertempat tinggal di lokasi terpencil. Dia adalah Winda Yulia, seorang teman, sahabat, dan keluarga yang menurutku memiliki hati yang begitu mulia, baginya hingar binger wisuda tak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan pendidikan anak-anak di daerah tertinggal itu. Sebuah tamparan kuat bagiku yang bahkan belum merencanakan apa-apa untuk hari-hari seusai wisuda. Jika Winda bisa memiliki keberanian untuk memilih jalan kebaikan daripada egonya untuk bersenang-senang dalam kegiatan seremonial seperti acara wisuda, lalu apa yang bisa aku lakukan?. Terlalu berlebihan jika aku memilih untuk tidak ikut wisuda hanya karena tidak mau menghambur-hamburkan waktu, tenaga dan uang untuk hal yang sifatnya hanya seremonial. Tapi setidaknya, apa yang dilakukan Winda menyadarkanku untuk berbuat sesuatu yang berguna sebagai seorang sarjana.
Lalu ada surat dari Winda Yulia kepada temannya agar lebih bersemangat seperti yang di tulis di https://www.facebook.com/notes/isnaini-mahuda/surat-buat-isna-dari-winda-yulia/525771924099499

Saat itu,,aku sedang kehilangan stok semangatku..Seperti biasa,,kutulis status di akun fesbuk tentang kondisiku yg sedang sangat amat tak bersemangat itu,,dan aku berharap da orang lain yang akan menyumbang semangatnya yang berlebih kepadaku..Tiba-tiba,,salah seorang teman satu angkatanku,,mengepost sebuah koment di statusku itu.Lewat komentnya itu dia bermaksud untuk memberikan sebuah surat yang nantinya akan membuat semangatku bangkit.Kuberikan alamat emailku padanya dan ia pun mengirimkan sebuah surat yang ia beri judul “SURAT BUAT ISNA”.Ini adalah surat yang kuterima darinya..

 

 

 

Surat baru, kabar baru, hehe…

Semua yang terjadi di sini adalah cambukanku dalam berpikir. Semua kesempatan telah aku dapatkan dan telah aku jalani sampai hari ini. Di sini, di Desa Melidi, tak banyak kesempatan yang masyarakat dapatkan. Desa ini dikelilingi sungai nan lebar dan hutan bertebing batu yang tinggi. Mereka tak bebas keluar dari desa ini karena alasan tersebut. Jauh dari kata sejahtera, namun kekerabatan yang tinggi masih terjaga di sini. Kehidupan di sini jauh sekali dari hingar bingar, kemewahan, dan semangat perubahan. Namun, yang ku tau di sini sangat kental dengan kekeluargaan, gotong royong, dan saling membantu.

 

Kawan, ketika aku datang ke sini, hatiku ingin teriak keras namun tersekat malu. Oktober, setelah 3 bulan KBM berjalan, semua kelas hanya sampai pada BAB 1 untuk semua pelajaran, dan itupun hanya sebatas catatan saja. Mereka belum pernah mendapat penjelasan dari apa yang mereka tulis. Mereka hanya diminta mencatat materi dari buku, tepatnya menyalin dari buku. Tak heran, karena sebelum aku datang hanya ada 1 guru yang mengajar untuk 3 kelas (kelas VII, VIII, dan IX) untuk semua pelajaran. Hatiku menangis tak bisa tertahan, ketika aku coba menjelaskan apa yang mereka tulis, semenarik apa yang mereka tulis. Senyum, tawa, dan canda yang asing bagi mereka aku hadirkan dalam kelas. Sungguh pertama kali aku rasakan pengalaman ini sebagai seorang guru. Mereka begitu memperhatikan apa yang aku sampaikan, walau aku yakin apa yang aku sampaikan tidak semuanya mereka pahami.

 

Ada gerakan hati yang begitu besar setiap aku ingin bertemu mereka, tak penting nilai berapa yang mereka dapat. Hanya semangat yang begitu besar, keinginan yang tinggi untuk belajar, dan semangat mengenal hal-hal baru yang nampak dalam setiap pertemuan dengan mereka di dalam kelas. Kawan, ku minta doamu, aku ingin betah di sini, dengan keadaan yang sangat sangat sangat minim, aku dapat bertahan dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang merindukan ilmu.

Sekali lagi aku hanya bisa bertutur padamu, aku tak menuntutmu untuk membaca dan apapun itu. Aku hanya berharap hati ku kembali sedikit menyediakan ruang kosong untuk diisi dengan cerita yang baru.

 

Jumat, 26 oktober 2012.

 

 

Ya,,begitu isi suratnya,,Dia cuma bilang padaku,,”gak boleh nangis ya bacanya”…Dan ini balasan untuk suratnya tersebut:

 

 

 

semangat winda..

mereka sangat membutuhkanmu orang-orang sepertimu,,

kehadiranmu akan memberikan secercah harapan tuk masa depan mereka yang lebih baik..

kau beruntung bisa mendapatkan pengalaman berharga dalam hidupmu,,berjuang demi putra/i generasi penerus bangsa ini,,mendidik dengan hati,,mengabdi untuk tumpah darahmu,,indonesia..

aku bangga denganmu,,ketika kau punya sejuta kesempatan untuk bisa mengajar di sekolah2 yang “high quality” sekalipun namun kau lebih memilih mereka,,iya..mereka yg amat sangat membutuhkan didikanmu di daerah pinggiran sana itu..aku salut padamu..

Terimakasih sudah mentrasfer semangatmu yg besar itu kepadaku,,meskipun aku belum bisa mengabdi dan berbuat banyak untuk bangsa dan negaraku,,tapi mengenalmu sudah mampu membuka matahatiku tentang bagaimana menjalani hidup itu yang sebenarnya. 

Oiya,,jangan pernah berhenti untuk menularkan semangatmu yang membara itu untuk anak didikmu jga ya..Salam untuk mereka,,anak-anak didikmu yang hebat itu :)     

Aku berharap, aku masih bisa menerima surat-surat berikutnya darimu, Win..Tapi mungkin ini adalah surat pertama dan terakhir yang aku terima..Kau sungguh luar biasa,,kawan..semangatmu selalu berhasil kau tularkan untuk sekitarmu..Namun,,kau sudah nyaman di sana,,di dalam syurga-Nya..Bersama para syuhada2 lainnya..  

Selamat jalan Winda Yulia..Kau Pahlawan Pendidikan,,Pejuang Peradaban..

Selamat jalan Winda Yulia..Kau Pahlawan Pendidikan,,Pejuang Peradaban..

Winda ini kalau saya baca di facebook-nya juga pernah masuk 50 orang Olimpiade Matematika Nasional. Benar-benar semangatnya Itu. Semoga ada tempat indah di sisi Tuhan untuk mereka berdua. Aamiin.
Pendidikan untuk Peradaban…….

Mekanisme dan Gaji Menjadi Dosen PNS

Dulu saya blank saja waktu awal menjadi dosen. Jadi sekarang pengen berbagi dengan tulisan agar tidak blank seperti saya dulu. Setelah beberapa tahun menjadi dosen maka profesi dosen sebaiknya tidak dijadikan sandaran utama dalam kehidupan. Tapi lebih ke arah setengah sosial, dengan setengah sosial ini kita akan menjadi dosen yang benar-benar ingin membantu masa depan mahasiswa dimana juga membantu masa depan bangsa. Dari segi gaji, saya rasa tetap kurang untuk kehidupan seorang yang sudah mengambil S2, dan tentu saja ini relatif, bisa jadi jika ada manusia yang bisa hidup dengan banyak keikhlasan maka bisa jadi gaji dosen cukup :) . Berikut adalah hal-hal yang harus dilalui untuk menjadi dosen PNS:
1. Mengetahui ada pembukaan lowongan dosen PNS di universitas yang dituju
2. Mengajukan berkas-berkas lamaran ke universitas yang dituju
3. Jika berkas-berkas lamaran lulus administrasi maka akan dipanggil untuk tes berikutnya
4. Tes awal biasanya adalah TPA (Tes Potensial Akademik) yang terdiri dari pengetahuan umum, kemudian TOEFL (Test of English as a Foreign Language), dan kemudian tes psikologi dimana ada beberapa pertanyaan psikologi untuk kita jawab agar karakter kita diketahui.

Setelah tahapan di atas, maka biasanya menunggu pengumuman untuk tes keahlian, tes wawancara dan kalau di tempat saya kadang ada tes mengajar.

1. Tes Keahlian, biasanya pelamar mengerjakan beberapa soal untuk mengetahui keahlian di bidang yang dilamar
2. Tes wawancara (biasanya ditanya-tanya oleh program studi yang dilamar, sering ditanya mengenai penelitian, visi misi, atau studi kasus yang harus dijawab secara lisan, dan bisa jadi pewawancara lebih dari satu)
3. Tes mengajar, pelamar diberi waktu untuk mengajar mata kuliah yang dikuasai

Setelah tes di atas maka tinggal menunggu pengumuman apakah diterima atau tidak. Jika diterima maka pelamar sebaiknya menanyakan beberapa kali kapan mulai kerja atau bagaimana peraturannya, dan sebagainya, sebaiknya tidak menunggu dipanggil agar pelamar tidak melewatkan hal-hal yang seharusnya tidak dilewatkan. Lalu mencoba mengenal rekan-rekan dosen lainnya. Setelah itu yang harus dilalui adalah menyerahkan berkas-berkas (pokoknya kalau di institusi pemerintah kerjaannya berkas-berkas saja…. ) untuk mendapatkan NIP (Nomor Induk Pegawai) dan NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) (saya ngurus NIDN setahun lebih, ternyata berkasnya hilang…..). Lalu menunggu pengumuman untuk diklat prajabatan. Jika mengurus sesuatu sebaiknya ditanyakan untuk memantau….. karena jika tidak ditanyakan ke pihak terkait biasanya suka laaaaaaaammmmmmmaaaaaaaaaaaaaaa atau bahkan hal buruknya, berkas yang sudah dikumpulkan dengan susah payah…. hilang……… ya gitu deh….. bahkan ada beberapa hal yang jika ada uang tips maka proses akan dikerjakan dengan cepat, kalau tidak ya laaaaaaaaaamaaaaaaaaaaaaa atau bahkan berkas hilang………

Diklat prajabatan biasanya dilakukan sekitar 3 minggu, dan biasanya setelah kita 1-2 tahun bekerja (saya waktu itu 2 tahun, itupun sudah sampai mengajukan petisi dan lain lain, karena di angkatan kami tidak ada anak pejabat mungkin :D , karena angkatan setelahnya kurang dari setahun sudah prajabatan… gaji sebelum pra jabatan hanya diterima 80% saja). PNS dikarantina di sebuah tempat. Kalau saya dulu di Pusbangtendik Depok. Jadi harus ninggalin keluarga (alasannya membuktikan bahwa memang niat mengabdi….I’m disagree… agak kurang make sense juga mengabdi kok dibuktikan dengan diklat dan dikarantina). Ada beberapa kejadian di ajang prajabatan ini, ada perselingkuhan, ada flirting, tapi ada juga yang jadi nemu jodoh. Di dalam prajabatan tiap harinya menerima materi bagaimana menjadi PNS yang baik….. disertai beberapa simulasi, presentasi, bahkan bermain….. banyak yang bilang “kalau di depan mahasiswa kan tidak bisa bermain”…. hem I’m disagree, act as human being in front of students…. mau main ya main aja, disitu kita mengajarkan bahwa dosen juga manusia… dan perlakukan mahasiswa seperti manusia juga… dan tentu saja dengan aturan yang adil :) .

Tugas sebagai dosen itu tidak hanya mengajar. Tugasnya adalah tri darma pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

1. Pengajaran, biasanya berupa mengajar mata kuliah ke mahasiswa
2. Penelitian, bisa membuat paper di jurnal, lalu menulis buku, atau melakukan penelitian
3. Pengabdian kepada Masyarakat, ini bisa melakukan pelatihan, lalu pengajaran ke desa-desa, atau membantu penduduk, menjadi panitia kegiatan lomba untuk pendidikan, dan lain sebagainya

Sebagai dosen sebaiknya memiliki karakter yang kuat (karakter adalah mampu membedakan yang benar dan salah walau mendapat tekanan dari luar maupun godaan dari dalam, tanpa karakter maka kita hanya akan ikut-ikutan tanpa mampu membedakan yang benar dan salah), sehingga tidak ikut terbawa arus. Karena standar di institusi pemerintah… ketika kepepet maka akan menjadikan institusi pemerintah menjadi “perahan”, maka sebaiknya memang setengah sosial.
Mitos yang tidak benar di menjadi dosen:
1. Dosen bisa masuk sesukanya, menurut aturan dosen itu PNS, jadi jam kerjanya ya jam kerja PNS sebenarnya, tapi kalau secara logika saya, lulusan minimal S2 apalagi untuk dosen yang pendidikannya berkualitas dengan gaji seperti itu, disuruh full time…. itu agak perbudakan (istilah halusnya pengabdian) ….. maka saya termasuk penganut yang melanggar aturan PNS yang ini…. karena saya bukan budak. Waktu di wawancara juga saya mengatakan bahwa saya tidak bisa full time, dan masih diterima… berarti ijab qobul sah :) .
2. Dosen libur saat mahasiswa libur. Aturan ini saya ketahui dari diklat prajabatan. Tapi di tempat saya dosen tidak libur saat mahasiswa libur, soal ini bisa ditanyakan ke universitas bagaimana peraturannya. Ini sumbernya:

Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 01/SE/1977 tentang Permintaan dan Pemberian Cuti PNS.

Ini kalimatnya: PNS yang menjadi Guru pada Sekolah dan Dosen pada Perguruan Tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, tidak berhak atas cuti tahunan.

PENJELASAN ATAS PP RI NO 74 TAHUN 2008, disini juga ada http://dikmenkuningan.web.id/files/BebanGuru.pdf

Pasal 52 ayat (2)

Istilah tatap muka berlaku untuk pelaksanaan beban kerja guru yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran. Beban kerja guru untuk melaksanakan pembelajaran paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu tersebut merupakan bagian jam kerja dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.
3. Dosen bisa sesukanya ke mahasiswa. Nah ini tidak benar juga, jika kita sebagai guru (ustad) maka kita harus memberi contoh baik kepada mahasiswa agar jadinya amal jariyah, bukan dosa jariyah. Dosen juga harus objektif… jadi mahasiswa yang lulus mata kuliah minimal harus cukup paham tentang konsep dan materi mata kuliah (nilai C), jika tidak maka tidak lulus. Karena ada beberapa mata kuliah yang paham dan tidak paham juga bisa lulus dan banyak berkembang nilai “kasihan”, bagi saya ini kurang mendidik mahasiswa untuk punya harga diri.
4. Dosen kalau lagi stres dikasih kuis aja mahasiswanya, dan kuisnya tidak perlu dikoreksi, hati hati dengan ini, maka kita akan terbiasa untuk tidak menghadapi kenyataan dan melimpahkannya ke orang lain (dan itu kita ajarkan ke mahasiswa kita), maka itu penting sekali image bahwa dosen juga manusia…. punya rasa punya hati…. :) , jadi kalau lagi stres dan harus “tampil” ya bilang ke mahasiswa “today I’m not in my good condition, so please tell me if I’m doing wrong”, dengan begitu kita akan mengajak mahasiswa bahwa keterlaksanaan kelas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya dosen.

Soal pendapatan, dosen memiliki jabatan fungsional dan struktural. Jabatan Fungsional seperti asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan guru besar (jadi profesor itu bukan gelar pendidikan tapi jabatan fungsional, maka sebenarnya tidak benar juga di nama ditulis Prof. A….. karena itu bukan gelar pendidikan). Sedangkan jabatan struktural itu seperti ketua program studi, ketua jurusan, dekan, pembantu dekan, rektor, pembantu rektor, ketua unit, dll. Nah kalau saya golongan 3B (biasanya untuk lulusan S2) itu pendapatan sebagai berikut:

1. Gaji pokok sekitar Rp. 1.7-2 juta gak tahu pastinya
2. Tunjangan anak dan suami sekitar Rp. 400 ribuan

Yang jelas total jendral gaji setiap bulan sekitar Rp. 2.5 juta.

Gaji Dosen Saya

Gaji Dosen Saya

Nah biasanya PNS memperoleh beberapa insetif seperti uang makan (Rp. 27.000 per datang), kinerja, mengoreksi berkas ujian, dan lain lain sesuai kebijakan institusi. Ya sebulan sekitar Rp. 500-700 ribuan lah. Lalu ada tunjangan jabatan fungsional jika ada itu kalau asisten ahli sekitar Rp. 300 ribuan (saya belum asisten ahli, sudah ngurus setahun lebih belum turun juga SK-nya), dan menaik jika jabatan fungsionalnya lebih tinggi. Untuk jabatan struktural bisa 2 juta ke atas dalam sebulan tunjangannya. Lalu ada sertifikasi dosen (minimal asisten ahli dan menunggu antrian untuk diajukan), ini bagi yang sudah tersertifikasi, itu sebesar 1x gaji pokok setiap bulan, dihentikan jika dosen sedang tugas belajar (sekolah di luar kota), atau mendapat beasiswa BPPS. Dosen yang sudah tersertifikasi memiliki beban dosen yang harus diberikan setiap semester,  jika bebannya tidak sesuai maka uang setifikasi akan ditunda diberikan sampai beban kerja terpenuhi.

Ada juga pendanaan penelitian jika penelitiannya didanai dan lolos seleksi.  Nah di penelitian ini, biasanya dosen dengan jabatan fungsional rendah hanya bisa mengajukan penelitian dengan skim seperti penelitian dosen muda, kalau di tempat saya total jendral 15 juta dalam setahun, atau menjadi anggota dalam penelitian dosen dengan jabatan fungsional lebih tinggi untuk penelitian dengan dana lebih tinggi. Sering ada ketidak-fair-an bagi saya disini karena sering proposal dan penelitian sering dilakukan dosen junior, tapi penelitian atas nama dosen senior. Seharusnya dosen senior menjadi pembimbing, tapi implementasinya sering sebenarnya semua dilakukan dosen junior. Padahal untuk menjadi dosen senior harus banyak melakukan penelitian. Ya itulah sebagian besar implementasi penelitian di dunia pendidikan, seperti misalnya sebenarnya penelitian mahasiswa banyak diakui dosennya sebagai penelitiannya sehingga minta ditulis sebagai nama pertama di jurnalnya.

Wah kalau gaji segitu mah gak banyak…. untuk saya, itu masih kurang menopang hidup, apalagi saya dari S1 Informatika ITB yang notabene jauh bisa lebih besar dari itu, jadi menjadi dosen adalah sebuah pilihan bagi saya, bukan karena kebutuhan susah cari pekerjaan lain :D . Maka dari itulah saya niatkan setengah sosial. Sebagai contoh kebutuhan:
1. Cicilan rumah di bandung untuk rumah ukuran kecil sudah sekitar Rp. 2.5-3 juta sebulan itu biasanya sudah dalam waktu cicilan 10 tahun.
2. Karena orang tuanya berpendidikan tinggi maka tidak mungkin punya target rendah untuk masa depan anaknya, pasti ingin yang terbaik dan lebih dari orang tuanya.
3. Karena sudah disekolahkan tinggi sampai S1, maka pasti ada keinginan membantu orang tua dan saudara, menyenangkan orang tua.
4. Karena merasa bertanggung jawab dengan negara pasti ada keinginan membantu banyak orang, misal mahasiswa mau lomba dan tidak ada dukungan institusi, mengembangkan mahasiswa, membantu mahasiswa yang kekurangan……
5. Waktu adalah sumber daya yang mahal dan keluarga adalah capaian hakiki di dunia, daripada hanya fokus menjadi “budak” mungkin sebaiknya membesarkan anak dan suami dengan wawasan yang dimiliki, karena itu yang pertama ditanya di akhirat nanti.
6. Dosen yang tidak memiliki pengalaman berkarir di industri kurang bisa memberikan wawasan ke mahasiswa bagaimana dunia industri.

Ya semua tergantung yang menjalani :) . Namun kalau menurut saya dosen kan orang berpendidikan, pasti punya standar lebih untuk keluarganya, maka bagi saya wajar dosen punya pekerjaan lain, apalagi jika untuk seorang ayah, kepala rumah tangga, yang penting kewajiban menjadi dosennya tetap dijalankan dan tidak asal-asalan. Nah sekilas pengalaman saya sebagai dosen, semoga bisa bermanfaat :) .

NB:

Ada pernyataan rekan dosen yang sekarang sekolah S3 di perancis:

Gaji PNS saya sbg dosen, lulusan S2, lektor IIId, ternyata lebih rendah daripada gaji PNS di Prancis utk jabatan “pengangkut sampah” dan “sopir”… Bahkan lebih rendah daripada gaji penjaga aparteman saya…

Dan berikut sebuah berita akan kebutuhan manusia tentang penghargaan :) dan standar kehidupan:

http://www.antaranews.com/news/249275/ribuan-dosen-indonesia-mengajar-di-malaysia

Biar Laptop Jelek Tapi Gak Pake Software Bajakan

:) ….

Engsel Laptopnya dah Pecah jadi sampai bisa seperti ini :D

Engsel Laptopnya dah Pecah jadi sampai bisa seperti ini :D

Sounding Miision :)

Sounding Miision :)

Dipakein kawat dan tali biar masih bisa dipake :D.... dibuang sayang, masih jalan baik

Dipakein kawat dan tali biar masih bisa dipake :D …. dibuang sayang, masih jalan baik

Kipas dalam sudah tidak berfungsi, jadi di-lakban-in kipas luar ke lubang kipas dalam :D

Kipas dalam sudah tidak berfungsi, jadi di-lakban-in kipas luar ke lubang kipas dalam :D

Di dalamnya juga gak pake lagu bajakan :) ……….. Sesuatu yang berkah itu lebih barokah :) ……… Yuk dimulai pelan-pelan.

Saya sering bilang ke suami saya….. walau tidak banyak dan tidak bagus penampilannya yang penting berkah :) ……

Logika: pakai laptop jelek dosa nggak? (nggak)…. kalau pakai barang bajakan dosa nggak? (bisa dosa, atau abu-abu)…. lalu kenapa lebih malu pakai laptop jelek dibanding pakai bajakan ….. *aneh*

Obat Alternatif Penyakit Hepatitis A

Sekitar sebulan lalu suami saya kena penyakit hepatitis A. Tanda-tandanya matanya kuning, air kencingnya kuning kecoklatan seperti air teh, kulit jadi kuning, dan badan cepat drop. Sering mual, bahkan suami saya bilang mual dengan bau keringatnya sendiri, jadi sering ganti ganti kaos begitu mulai keringatan :D . Akhirnya suami harus istirahat di rumah selama 3 minggu. Kadar penyakit hepatitisnya memang tinggi. Kata dokter hepatitis A disebabkan ketika kondisi badan menurun masuk virus yang biasanya ada di dalam makanan yang tidak bersih. Dan parahnya biasanya virus ini ditularkan dari feses manusia….. dan itu bisa menempel pada alat makan yang digunakan karena mencucinya kurang bersih…… Mungkin saja virusnya menular ketika suami saya makan siang di kantor….

O iya, hepatitis itu bisa menular, jadi hindarkan menggunakan perangkat yang bisa menjadi media penularan virus, misalnya tidak boleh bercampur perangkat alat makan yang belum dicuci, atau handuk juga sebaiknya terpisah, karena virusnya bisa menular melalui cairan tubuh, kecuali keringat tentunya :D .

Manusia Kuning a.k.a Spongebob :D

Manusia Kuning a.k.a Spongebob :D

Urusan kebersihan makanan suami saya memang sensitif, dulu pernah waktu awal nikah suami saya makan karedok besama teman-teman satu kantornya, dan hanya suami saya yang mencret berat sampai BAB-nya sudah benar-benar berupa cairan yang tidak sadar di keluarkan….. mau tidak mau saya saat itu yang mencuci kain-kain yang terkena :D .

Maka dari itu masakan rumah memang gimana-gimana lebih higienis (jika orang menjaga kebersihan rumahnya), jadi untuk para istri sebaiknya memasak untuk keluarga :D , selain lebih sehat juga bisa menjadi media kasih sayang.

Hasil Periksa Laboratorium Pertama Kali, coba lihat batas normalnya, jauh kan.....

Hasil Periksa Laboratorium Pertama Kali, coba lihat batas normalnya, jauh kan…..

Hasil Periksa Laboratorium Minggu Kedua.... Masih Tinggi

Hasil Periksa Laboratorium Minggu Kedua…. Masih Tinggi

Hasil Tes Laboratorium Minggu Ketiga

Hasil Periksa Laboratorium Minggu Ketiga

Nah disini mau sharing mengenai obat-obat alternatif untuk penyakit hepatitis A. Kalau kata orang Sunda, obatnya adalah:

  1. Tutut (keong sawah)
  2. Belut
  3. Curcuma atau temulawak, ini bisa dibeli dalam bentuk kapsul, waktu itu resep dari dokter berupa kapsul temulawak ini

tutut dan belut bisa di pesan di pasar online bandung berikut link-nya
http://pasaronlinebdg.blogspot.com/
Harga tutut sekilo sekitar 10 ribuan, dan harga belut sekilo sekitar 26 ribuan.

Dari literatur yang saya baca-baca di internet, sebenarnya virus bisa dilawan dengan meningkatkan pertahanan tubuh. Tutut dan belut memiliki kadar protein yang tinggi untuk meningkatkan pertahanan tubuh. Kadar protein belut lebih tinggi dibanding tutut, maka lebih baik belut sebenarnya dibanding tutut sebagai obat hepatitis A. Tentu saja untuk orang yang terkena hepatitis A harus banyak istirahat agar tubuh dapat banyak membentuk pertahanan tubuh. Karena hati yang diserang, maka pantangan penyakit ini adalah tidak boleh mengkonsumsi lemak seperti minyak goreng, lemak daging, dan makanan lain dengan lemak tinggi. Dan tentu saja tidak meminum obat yang meningkatkan kerja hati.

Cara Memasak Tutut

Tutut (Keong Sawah)

Tutut (Keong Sawah)

Karena lambung suami saya sudah agak bermasalah, jadi saya memilih memasak tutut dengan tidak menggunakan cabai. Berikut cara memasak tutut:

    • Tutut direndam semalaman, karena di kulit tutut banyak lumut, maka harus direndam semaleman agar kotoran serta lumutnya pada lepas.
Tutut Direndam

Tutut Direndam

  • Tutut dicuci satu per satu hingga bersih, kebersihan sangat perlu dijaga, maka saya memilih memasak tutut sendiri dibanding membeli, kalau dimasak sendiri, kebersihannya bisa benar-benar dijaga.
  • Cuci sambil diaduk-aduk hingga air tidak berwarna hijau.
  • Pecahkan atau patahkan bagian atas cangkang setiap tutut agar kotoran di dalam tutut bisa keluar. Saya kemarin memakai ulekan batu untuk mematahkan ujung cangkang tutut.
Buang Bagian Atas Cangkang

Buang Bagian Atas Cangkang

  • Cuci lagi tutut sambil diaduk-aduk sampai bersih.
  • Rebus tutut beberapa saat, disini akan muncul busa dan terkadang berwarna hijau. Buang busa.
  • Angkat tutut dan cuci lagi dengan air dingin, bisa beberapa kali, sampai bersih.
  • Rebus lagi tutut dengan bumbu, bumbu yang dihaluskan bawang merah (1 : 1 dengan bawang putih), bawang putih, kemiri, kunyit, ketumbar, lengkuas, garam, gula. Bumbu yang dimasukkan tanpa dihaluskan serei, daun salam, dan daun jeruk. Menggunakan banyak rempah untuk mengurangi amis tutut dan agar tutut lebih spicy. Rebus tutut sampai matang dan bumbu merasuk.
  • Tutut siap dimakan sebagai camilan orang sedang sakit hepatitis A, bisa dimakan dengan menggunakan tusuk gigi untuk mengambil daging tutut dari cangkangnya.
Tutut Bumbu Kuning

Tutut Bumbu Kuning

Cara Memasak Belut

Belut terkenal amis, maka ada cara untuk menghilangkan amis belut:

  1. Belah belut, buang isi perutnya.
  2. Buang pembuluh darah tengah belut.
  3. Buang kepalanya.
  4. Potong-potong belut dan kerat-kerat
  5. Cuci bersih belut, belut terkenal memiliki banyak darah, maka cuci darah sampai bersih untuk mengurangi amis, bisa beberapa kali cuci.
  6. Rendam belut minimal 40 menit didalam perasan jeruk lemon dan garam, tambahkan air sampai belut terendam.
  7. Cuci bersih belut, maka amis belut akan berkurang.
Belut Direndam dengan Jeruk Lemon dan Garam

Belut Direndam dengan Jeruk Lemon dan Garam

Memasak belut untuk orang terkena hepatitis A, jangan digoreng, akan lebih baik dibuat pepes belut. Kemarin saya membuat dua buah mode pepes belut. Berikut resepnya:

Pepes Menggunakan Kelapa Muda:

Bumbu yang dihaluskan:
1. Cabai Merah, buang bijinya. Agar tidak pedas dan mengiritasi lambung :D .
2. Bawang Merah (lebih banyak, 2 : 1 dengan bawang putih)
3. Bawang Putih
4. ketumbar
5. lengkuas
6. Garam
7. Gula

  • Campur bumbu halus dengan parutan kelapa muda (harus kelapa muda benar, agar tidak terlalu banyak lemak), coba rasakan, sudah pas belum garam dan gulanya.
  • Campurkan dengan potongan belut
  • Tambahkan cabai merah dan cabai hijau buang bijinya, iris serong, aduk rata.
Belut Dicampur Bumbu dan Parutan Kelapa Muda

Belut Dicampur Bumbu dan Parutan Kelapa Muda

  • Bungkus dengan daun pisang seperti lontong, tambahkan potongan daun salam dalam setiap bungkus. Setiap bungkus sekitar 3 potong belut, agar saat pepes dibakar aroma pembakaran akan mengenai semua belut.
Bungkusan Pepes Belut

Bungkusan Pepes Belut

  • Kukus pepes selama 35 menit.
  • Jika akan dimakan, bakar pepes. Dapat disimpan di lemari es setelah dikukus, begitu akan dimakan baru dibakar.
  • Agar tidak banyak lemak, maka saat dimakan, ambil belutnya saja tanpa parutan kelapanya.
Pepes Belut dengan Parutan Kelapa Muda

Pepes Belut dengan Parutan Kelapa Muda

Pepes Bumbu Kuning:

Bumbu yang dihaluskan:
1. Bawang Merah (1 : 1 dengan bawang putih)
2. Bawang Putih
3. Kunyit
4. Kemiri
5. Ketumbar
6. Lengkuas
7. Serei (sedikit saja)
8. Daun Jeruk (jangan terlalu banyak)
9. Garam
10. Gula

  • Campur daun kemangi/Surawung ke dalam bumbu halus, bila suka tambahkan cabe merah tanpa biji iris serong. Masukkan juga belut.
  • Bungkus dengan daun pisang seperti lontong, tambahkan potongan daun salam dalam setiap bungkus. Setiap bungkus sekitar 3 potong belut, agar saat pepes dibakar aroma pembakaran akan mengenai semua belut.
  • Kukus pepes selama 35 menit.
  • Jika akan dimakan, bakar pepes. Dapat disimpan di lemari es setelah dikukus, begitu akan dimakan baru dibakar.

Begitu pengalaman saya merawat suami, semoga bermanfaat :) . Aamiin.

Kentang Goreng Renyah Buatan Sendiri untuk Buah Hati

Anak saya suka sekali yang namanya kentang goreng. Cuman kalau keseringan beli ke restoran cepat saji, tentu saja menjadi khawatir mengenai sehat tidaknya makanan cepat saji. Akhirnya browsing tanya mbah google dan mencoba membuat kentang goreng sendiri. Anak saya lumayan suka, dan lumayan krunci alias renyah :D . Jadi pengen sharing resepnya disini :D .

  1. potong kentang seperti potongan kentang goreng
  2. saat memotong kentang yang lain, masukkan potongan yang sudah dipotong ke dalam air
  3. setelah dipotong semua, tiriskan kentang, lalu masukkan ke air kapur sirih dicampur garam, biasanya kalau saya satu sendok makan kapus sirih untuk satu mangkok besar (satu literan) rendaman kentang, biarkan rendaman minimal 40 menit (bisa sampai 1 jam)
  4. cuci bersih kentang dari rendaman kapur sirih
  5. masukkan kentang ke air mendidih, biarkan sekitar 3-5 menit
  6. masukkan kentang yang sudah ditiriskan dari air mendidih ke air es/air dingin, biarkan sekitar 20-30 menit
  7. tiriskan kentang, masukkan ke air berbumbu (bisa memakai kaldu blok, atau tepung ayam krispi)
  8. masukkan ke dalam lemari es, minimal direndam 2 jam, makin lama makin baik :) .
  9. tiriskan, dan simpan didalam freezer lemari es, kalau mau ya tinggal goreng :) .

Lumayanlah, sekarang sering bikin buat anak kalau mau kentang goreng, dan terjamin lebih sehat :) , minyak di rumah juga tidak sering dipakai berulang-ulang. Jadi lebih sehat untuk buah hati tercinta :) .

Diza lagi makan kentang goreng buatan Ibunya

Diza lagi makan kentang goreng buatan Ibunya

Memelihara Ikan Koi

Kami beberapa bulan ini sedang senang dengan yang namanya ikan koi. Ikan koi ini adalah sejenis ikan mas, tapi memiliki warna-warna yang indah jika dilihat dari atas. Maka dari itu kami memelihara ikan-ikan koi ini di sebuah kolam kecil di depan rumah.

Kolam Koi Depan Rumah

Ternyata memelihara ikan koi tidak mudah, terutama di daerah pegunungan (rumah kami di gunung :D ). Hawa dingin ternyata membuat ikan koi menjadi menurun kesehatannya dan mudah terserang penyakit. Pada awalnya banyak sekali ikan koi yang mati di kolam kami :( . Kami membeli ikan koi yang masih kecil (Rp. 10.000 dapat 5 ekor). Dan banyak sudah ikan koi kecil yang mati karena kami tidak tahu cara memeliharanya…… Banyak sekali membaca literatur di internet lalu dicoba diimplementasikan…. gagal…. baca lagi, nanya orang lagi, … baca lagi diimplementasikan dan begitu seterusnya. Akhirnya sekarang bisa memelihara ikan koi yang lebih besar :D (setelah yang kecil pada mati), sekarang sudah bisa memelihara ikan koi yang Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 per ekor :D (koi dengan panjang 10-15 cm dengan kualitas kurang bagus) atau yang harganya sampai Rp. 100.000 per ekor (koi ukuran 20 cm-an, dengan kualitas bagus).

Kolam Koi Depan Rumah

Kesehatan ikan koi memang akan lebih stabil di saat musim panas. Koi akan aktif berenang kesana kemari dengan gerakan yang tenang. Ciri-ciri ikan koi yang sakit diantaranya adalah (bisa terjadi semuanya atau salah satu):

  • suka berada di dasar kolam
  • tidak mau makan
  • bisa ada luka di tubuhnya (biasanya merah-merah)
  • insang atau ekor yang rusak/pecah
  • bisa ada sisik yang terbuka
  • bisa ada serabut halus (jamur)
  • berenang dengan cepat meliuk-meliuk dan bahkan melompat ke atas (ini biasanya karena gatal atau ada kutunya)
  • bisa jadi keracunan amonia dan nitrit (ini kalau kebanyakan kotoran ikan yang tidak terserap filter akan membusuk dan menghasilkan amonia yang berlebihan dan meracuni ikan, keracunan amonia juga dapat menyebabkan kondisi tubuh koi menurun dan mudah terserang penyakit…atau bahkan mati, tanda-tandanya badannya menjadi semu coklat tipis)

Sebenarnya ikan koi adalah ikan yang tidak gampang mati, asalkan kita rajin mendeteksi kesehatannya :) . Ikan koi sangat bersahabat. Tidak suka melukai ikan lain. Ikan koi sebenarnya juga ikan yang ceria dan doyan makan :D ….

Hal-hal yang diperlukan dalam pemeliharaan ikan koi:

Kolam Koi Depan Rumah

  • ikan koi adalah ikan arus deras…. jadi sebaiknya ada pancuran ataupun hasil air hasil filtrasi yang mengucur untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air
  • bisa juga memakai aerator (pompa udara untuk menghasilkan gelembung)
  • ikan koi tidak terlalu tahan suhu dingin, maka usahakan suhu air bisa diantara 24 derajat celcius sampai 28 derajat celcius. Mempertahankan suhu dapat dengan berbagai cara, misalnya kolam yang tidak terlalu sedikit volume airnya sehingga perubahan suhu tidak terlalu ekstrim, atau tambahkan heater (pemanas kolam)… jadi kalau suhu sedang dingin ikan-ikan koi bisa tidur di dekat heater (pernah punya pengalaman ikan koi yang sudah lucu-lucu mati dan tinggal 2 karena heater pecah :( . Jadi pada kesetrum :( . Karena air pancurannya malah mancur keluar kolam (bola hiasannya macet), sehingga air kolam berkurang banyak dan heater-nya kurang air dan pecah :( …..), jika memilih heater, pilih heater dengan kaca tebal, saat ini saya pakai heater yang kacanya tebal, pernah juga kehabisan air, dan heater tidak pecah :) .
  • Koi sangat doyan makan :D , kalau gendut pasti lucu-lucu, hanya saja kalau dikasih banyak makan maka harus rajin membersihkan kotorannya yang tidak tersedot filter air, karena kalau terlalu banyak dibiarkan akan menimbulkan amonia dengan kadar tinggi. Kalau koi terlalu gemuk juga tidak baik seperti manusia yang terlalu gemuk :D . Ikan koi biasanya makan sehari 2 kali, pagi dan sore.
  • Kolam harus memiliki filter air…. air yang cocok untuk ikan koi bukan berarti air yang terlihat jernih tapi air yang bersih dari amonia, PH cenderung stabil, tidak mengandung zat-zat berbahaya, misalnya kaporit, dan tidak ada terlalu banyak mikroba atau bekas tumbuhan yang membusuk (lumut mati misalnya) karena akan menimbulkan penyakit jamur.
  • Kolam sebaiknya terkena sinar matahari…. tapi tidak terkena air hujan (jika sedikit saja terkena air hujan masih tidak apa-apa), karena air hujan juga dapat menyebabkan penyakit bagi koi, terutama jika filter air yang digunakan tidak bagus dan air hujan mengandung banyak zat yang tidak bersahabat dengan ikan koi, misalnya air hujan yang turun dari genting yang kotor.
  • Kolam sebaiknya berdinding halus agar tidak melukai koi, jika tidak maka biarkan berlumut agar jika koi menggesek-gesekkan badannya tidak melukai koi.
  • Sebaiknya tidak terlalu banyak ornamen dalam kolam
  • Sebaiknya juga tidak terlalu banyak tumbuhan air di dalam kolam….secukupnya saja agar tidak banyak menimbulkan kotoran tumbuhan yang busuk
  • Untuk pencegahan penyakit setiap mengganti air tambahkan garam kolam (harga satu bungkus Rp. 3000), dan obat jamur dengan dosis untuk pencegahan (kolam saya volume airnya 77 lt, biasanya garam kolam sekitar 1 sendok makan dan obat jamur sekitar satu sendok makan (bisa menggunakan acrivlafine plus, harganya Rp. 5000 untuk botol kecil))
  • Untuk mencegah kutu, bisa dengan menggunakan abate secara bertahap (bergantung durasi habisnya abate), gunakan setengah dosis abate agar tidak meracuni ikan, usahakan abate diletakkan di tempat yang tidak bisa dijangkau ikan koi, agar tidak dimakan, misalnya di bagian atas pancuran, atau abate dibungkus kain dan dimasukkan ke kolam, kalau di kolam saya dengan volume 77 liter maka saya menggunakan setengah sachet abate 10 gram yang biasanya digunakan untuk 100 liter air satu sachet-nya
  • Menguras air kolam juga harus secara bertahap, bergantung pada volume air pada kolam, semakin kecil maka akan semakin sering menguras air. Jika menguras air jangan langsung diganti air, tapi sisakan air lama sebanyak minimal 50%, kecuali jika air bekas pengobatan atau air yang berpenyakit menular bagi ikan. Lalu tambahkan air lagi sebanyak 50%.
  • Membersihkan filter air juga harus secara berkala, bergantung dari besarnya kolam dan kemampuan filter
  • Membersihkan sisa makanan (pelet) ikan yang tidak dimakan oleh ikan sesegera mungkin (biasanya 5-15 menit tidak dimakan ikan).
  • Sebaiknya ikan koi di dalam kolam tidak terlalu banyak, karena akan membuat penurunan kesehatan koi jika terlalu banyak ikan di dalam kolam. Misalnya kolam saya ukuran 120x46x14 (cm) atau sekitar 77 liter maka paling hanya diisi 4 sampai 7 ekor ikan koi ukuran 10 cm sampai 15 cm
  • Koi sering melompat, jadi usahakan jarak antara air dan permukaan kolam lumayan tinggi, atau berikan saja tambahan pembatas fiber. Kalau sudah melompat dan jatuh ke tempat yang kasar, maka koi bisa terluka dan mati, kalaupun hidup maka dapat menyebabkan koi terserang penyakit, jadi setelah jatuh ke tempat yang kasar, sebaiknya koi diberikan obat luka seperti lukastop.

Kolam Koi Depan Rumah

Penyakit yang paling sering menyerang koi adalah kutu dan parasit, jamur, luka, dan sisik yang terbuka. Jika koi terkena penyakit ini maka sebaiknya ikan yang sakit dikarantina (dipisahkan dari yang sehat, walau kemungkinan yang lain juga sudah tertular). Tempat karantina harus ada filter air, pompa udara (aerator) untuk memenuhi kadar oksigen, dan heater (penghangat) untuk menjaga suhu. Ambil bagian filter air yang berupa Zeolit (Zeolit biasanya digunakan untuk mengurangi kadar amonia dalam air) dan karbon aktif, cukup gunakan kapas filter beberapa lapis. Lalu gunakan:

  • KutuBlas sachet (harganya Rp. 10.000 per sachet), satu sachet 3 gram untuk 2000 lt air (kalau dikolam saya, jadinya dibagi 30 bagian :D , sekali penggunaan hanya 1 bagian). Ini hanya digunakan sampai kutu hilang, durasi paling pendek adalah 1 hari sekali, dan durasi paling panjang adalah 2 hari sekali. Tidak disarankan sering digunakan, untuk pencegahan paling 1 minggu sekali dengan dosis lebih rendah. Pemakaiannya dicampur air dulu di sebuah wadah, diaduk, dan baru dimasukkan ke kolam. Ini adalah obat pembasmi kutu untuk ikan koi (kutu biasanya masuk ke bawah sisik dan kulit ikan koi). Gunakan sesuai dosis. Ciri-ciri kutu sudah hilang adalah ikan sudah dapat berenang normal (tidak meliuk-liuk dan melompat-lompat keluar air). Sebaiknya diberikan di atas jam 5 sore.
  • Biotik sachet (harganya Rp. 9.500 per sachet), satu sachet 5 gram untuk 500 lt air (kalau dikolam saya, jadinya dibagi 6.5 bagian, sekali penggunaan hanya 1 bagian). Ini hanya digunakan sampai penyakit hilang (jamur, sisik terbuka), jika ikan sudah terlihat lincah berenang, lukanya sudah mulai sembuh, dan sudah banyak makan, maka hentikan obat ini. Obat ini tergolong keras :D . Bahkan sarannya maksimal hanya sampai 3 kali penggunaan saja untuk pengobatan. Durasi paling pendek adalah 1 hari sekali, dan durasi paling panjang adalah 2 hari sekali. Tidak disarankan sering digunakan. Obat ini akan menyebabkan banyak gelembung dari lendir ikan yang keluar untuk pertahanan tubuh ikan, dan tubuh ikan dapat menjadi merah. Berikan sesuai dosis obat. Cara penggunaan adalah obat dicampur air di suatu wadah, diaduk, lalu baru dimasukkan ke dalam kolam. Sebaiknya diberikan di atas jam 5 sore.
  • LukaStop (botol paling kecil harganya Rp. 7.200), bentuknya botolan, ada yang ukuran besar dan ada yang ukuran kecil. Ini adalah obat untuk menyembuhkan luka pada ikan. Dosisnya 20 tetes (kurang lebih 1 mili liter) untuk 75 lt air untuk pengobatan. Untuk pencegahan dosisnya 20 tetes (kurang lebih 1 mili liter) untuk 100 lt air. Durasi penggunaan adalah sehari sekali. Sebaiknya juga diberikan diatas jam 5 sore.
  • Pelet Biovit (botol paling kecil harganya sekitar Rp. 7000), pelet ini digunakan untuk menambah nutrisi dari dalam tubuh koi (tentu saja kalau koinya masih mau makan). Berikan sedikit saja dipagi hari untuk koi yang sakit. Atau bisa juga untuk pencegahan diberikan seminggu sekali. Jangan terlalu banyak dosisnya. Segera angkat dari kolam jika dalam 5 menit tidak dimakan oleh ikan.

O iya satu lagi, kalau baru membeli ikan koi, jangan langsung dicampur dengan yang lain. Karena bisa jadi koi ini membawa penyakit (pengalaman dan semua koi yang sehat jadi tertular :( ). Karantina dulu, lalu tunggu hingga 1.5 minggu sampai 2 minggu apakah koi memang benar-benar sehat. Jika memang benar-benar sehat, maka baru campurkan dengan ikan koi lain yang sehat.

Jangan pernah meletakkan ikan koi pada bak di tempat panas yang terkena sinar matahari langsung tanpa filter dan pancuran atau aerator (gelembung udara). Ini akan menyebabkan ikan koi mati lemas. Jika ikan koi lemas, P3K untuk ikan koi yang lemas adalah memegang ikan koi dalam keadaan miring, biarkan mulutnya masih di udara, dan katup insangnya di dalam air beserta badannya. Hal ini agar ikan dapat mendapatkan oksigen lebih. Lakukan selama 10-20 menit sampai ikan sudah kuat di dalam air, dan jangan tambahkan obat-obatan ikan sampai ikan benar-benar kuat (biarkan miniman sehari tanpa obat). Cara ini bisa berhasil jika ikan tidak terlalu lemas. Ini pernah kami lakukan ketika menyelamatkan salah satu ikan yang kesetrum heater yang pecah.

Memilih ikan koi yang sehat sangat penting. Ciri-ciri ikan koi yang sehat:

  • Ikan berenang dengan lincah.
  • Sirip ataupun ekor tidak ada yang rontok atau pecah-pecah.
  • Tidak banyak membuat gerakan meloncat dan meliuk-liuk.
  • Tidak ada luka di tubuhnya.
  • Sisiknya tidak ada yang mengap, atau terbuka ke atas.
  • Warna normal, tidak merah-merah karena luka.
  • Jika ikan sudah pernah terjatuh ke tanah, maka ada kemungkinan ikan terluka, maka bisa menggunakan perawatan menggunakan lukastop.

Perawatan untuk ikan koi yang baru beli:

      • Jika memiliki kolam untuk karantina, maka sebaiknya dikarantina, jangan digabungkan dengan ikan yang sehat.
      • Jika tidak ada kolam karantina, maka bisa juga langsung dicampur dengan yang sehat dengan beberapa perlakuan khusus terlebih dahulu.Perlakuan khusus yang perlu dilakukan adalah:
        • Sebelum ikan baru masuk ke kolam, maka berikan pencegahan dengan memberikan acrivlafine plus, lukastop, dan abate, semuanya diberikan dengan dosis pencegahan. Jika perlu tambahkan juga KutuBlas untuk dosis pencegahan.
        • Masukkan ikan baru ke dalam kolam.Jika ikan sudah mulai beradaptasi dan mulai lincah, berikan pakan biovit untuk pencegahan.

Pencegahan ini diperlukan agar jika ikan baru membawa penyakit, maka tidak akan menular ke ikan sehat lainnya.

Semoga bermanfaat sharing-nya :D . Memelihara ikan koi sudah bisa :D , tinggal masih penasaran bagaimana memelihara domba :D (belum punya lahan sendiri untuk memelihara sendiri). Mohon doanya ya :) . Aamiin.


Ini besar koi di 17 Februari 2013 , besarnya sudah hampir 2 kali lipat :) , 2 ekor ikan yang dulu sempat lompat dan dimakan kucing :( , jadi diganti yang 2, jumlah tetap 6 ekor di kolam saya.

Koi Ku

Koi Ku

Koi Ku

Koi Ku

Koi Ku

Koi Ku

Koi Ku

Koi Ku

Jadi pengen punya kolam koi yang lebih besar :D , semoga terwujud jika sudah punya lahan yang besar, dan bisa punya lahan lebih besar secepatnya. Aamiin. Mohon doanya ya :) .


Minggu, 17 Maret 2013

RIP Orange :( .

Seekor ikan survival salah satu dari dua ikan kami yang masih hidup waktu peristiwa kesetrum heater.  Orange mati karena kepanasan ketika kami menguras kolam dan kami memindah semua ikan koi kami di sebuah bak besar, kesalahan kami meletakkan bak itu di tempat yang panas terkena sinar matahari dan agak lama, padahal tidak ada filter dan pancuran. Maafkan kami Orange, kami tidak akan mengulangi lagi :( (padahal udah gede :( …..). Kami janji akan belajar dari kesalahan kami.

RIP Orange

RIP Orange


Update Minggu 21 April 2013

Ikan koi kami

Ikan koi kami

Ikan koi kami

Ikan koi kami


Update 16 Mei 2013

 

Ikan Koi Kami

Ikan Koi Kami

 

 

Ikan Koi Kami dengan Filter Kolam

Ikan Koi Kami dengan Filter Kolam

 

 

 

Pasukan Elit Programming Family

Tiba-tiba teringat foto ini, diambil 1 April 2012 di chocodot Garut (ngiklan gak ya? :D )

Programming Family

Ini bagian dari kegiatan gathering Programming Family di Ilmu Komputer UPI (Non Kependidikan). Ada saya dan asisten pemrograman angkatan pertama dan kedua. Ya…. saya baru memiliki asisten 2 angkatan :D .  Saya mengajar di Ilmu Komputer UPI sekitar 3 tahun lebih. Di awal mengajar saya tidak memiliki asisten…. lalu ketika kaderisasi konsep pemrograman mulai masuk… barulah saya memulai memiliki asisten. Asisten ini bertugas membantu saya di praktikum Pemrograman. Apapun yang terjadi saya merasa merekalah panglima-panglima terbaik dalam peperangan pengajaran pemrograman di Ilmu Komputer UPI (Non-Kependidikan)… semuanya memiliki kelebihan di medan perangnya masing-masing :) (sering berimajinasi menjadi pasukan elit dalam peperangan di game :D ). Banyak yang saya pelajari dari mereka, sering di saat down dalam hal pengajaran pemrograman kita saling curhat dan saling mendukung. Saya sering mengatakan bahwa Programming Family adalah tempat untuk kita semua saling belajar dan berkembang….

Masa tugas asisten pemrograman adalah 4 semester jika tidak ada syarat yang tidak dipenuhi. Mereka harus memandu praktikum untuk mata kuliah Algoritma dan Pemrograman I, Algoritma dan Pemrograman II, Struktur Data (sering diplesetkan menjadi Stroke Death :D ), dan Pemrograman Berorientasi Objek.

Asisten-asisten pemrograman Angkatan I ada:

1. Diky Pratansyah – Ini asisten yang langsung saya minta pada saat itu. Bagi saya untuk background seperti dia… dia orang struggle dalam menjalankan hidup.

2.  Ricko Devian Anugrah – Ini asisten kedua yang saya minta langsung saat itu…. Ricko awalnya pemrogramannya tidak bagus… tapi dia mencoba memperbaiki… dia bagi saya figur seseorang dari yang pernah tidak bisa menjadi bisa

3. Galang Vandi Mehisa – Ini asisten yang mengajukan diri ke saya… dan saya Ok :D . Galang ini punya kelebihan gak tegaan :D

4. Andiyangita Widiagani – Ini juga mengajukan diri dan saya juga Ok :D . Kelebihan Gani adalah nyuentrik…….. tapi orangnya baik sebenarnya kalau lagi mood :D .

5. Qori Nur Aini – Qori baru masuk di Struktur Data… untuk menyegarkan suasana karena asistennya cowok semua :D …. nih cewek satu ini orangnya sabar banget… saya sering minta maaf sama Qori gara-gara melibatkan dia dengan asisten-asisten angkatan pertama :D . Tapi sayang di Pemrograman Berorientasi Objek Qori mengundurkan diri karena sebuah pilihan hidup yang lebih prioritas :) . Jadilah asisten-asisten angkatan pertama berempat lagi dan cowok semua =)).

Asisten-asisten pemrograman Angkatan II (terpilih dari seleksi 17 orang yang mendaftar dan terpilih 5 orang) ada:

1. Renisa Suryahadikusumah – Mbak yang satu ini suka kurang percaya diri, tapi jadi figur bahwa ada kok programmer cewek handal untuk adik kelasnya :D …. Renisa juga menang di Nokia Hacknation 2012 juara pertama untuk kategori Daily Social

2. Firman Fiqri Firdaus – Mas yang satu ini figur orang yang baik, suka membantu, stabil (bukan galauwers), dan suka menolong :D ….. suka sekali memberi tips-tips ke adik kelas

3. Ferdi Rahman – Mas yang satu ini figur orang yang pernah gak bisa pemrograman dan jadi bisa, sayang Ferdi kurang bisa mempertahankan prestasi, sehingga harus lebih fokus ke kuliah dan digantikan oleh Giri Prahasta Putra di Algoritma dan Pemrograman II

4. Ade Lukmanul Hakim – Mas yang satu ini figur orang yang sabar, bersahabat dan kalem….

5. Yana Dwi Putra – Mas yang satu ini figur jam terbang tinggi di pemrograman :D … orangnya moody banget… tapi bagusnya sekarang sudah mulai banyak senyum :) . Dia juga pernah ikutan seleksi TOKI sampai tingkat provinsi

6. Giri Prahasta Putra – Mas yang satu ini figur orang yang bersemangat…. pandai juga membuat desain… jadi figur bahwa orang yang jago coding juga bisa desain. Giri menggantikan Ferdi.

Semoga pasukan ini akan berguna bagi masyarakat kedepannya, dan menjadi asisten benar-benar menjadi lahan untuk belajar dan berkembang untuk bermanfaat di kemudian hari. Aamiin :) . Terima kasih sudah banyak membantu saya dan mahasiswa adik kelas :) . Mohon maaf jika saya ada yang kurang dan salah selama ini. *Sudah akan ada penerimaan asisten pemrograman angkatan ke III :) *

Kaderisasi Mahasiswa yang Manusiawi dan Cerdas

Bangga sekali saya dengan mahasiswa saya di Kemakom (organisasi mahasiswa/himpunan mahasiswa = Keluarga Mahasiswa Komputer) saat ini. Mereka berani membuat LKM (kaderisasi) yang pertama kalinya lebih manusiawi dan cerdas. Banyak hal-hal positif yang dibuat oleh panitia. Misalnya peserta harus menabung untuk membeli jaket Program Ilmu Komputer UPI dengan berjualan. Peserta mendapat tugas membuat video pendapat dosen-dosen, pada staf, dan kakak kelas mengenai topik-topik di ilmu komputer maupun terkait sosial. Hal ini dimaksudkan agar angkatan baru 2012 lebih mengenal lingkungan sosialnya di Ilmu Komputer UPI. Ada juga di dalamnya acara BMail… Ini adalah mentoring yang dilakukan kakak kelas dalam membantu permasalahan perkuliahan dan mengenal lebih dalam mengenai Ilmu Komputer UPI.

Panitianya pun diseleksi dengan baik bagaimana komitmen mereka mengenai kegiatan ini, sehingga dapat dihindari panitia musiman yang hanya datang pada hari H, atau hanya datang di awal-awal kegiatan saja hanya untuk mendapatkan sertifikat atau portofolio. Tidak ada lagi acara “perbadutan” (menyuruh peserta memakai atribut memalukan, sedangkan panitia sendiri tidak mau memakainya). Mereka mulai belajar untuk sharing melalui kaderisasi dengan lebih manusiawi dan cerdas…. Selamat untuk panitia, kakak mentoring dan semuanya yang sudah berkontribusi pada perubahan yang lebih baik :) .

Olah Raga bareng-bareng dengan gaya Maga-Maga (saudaranya Gangnam Style atau gimana :D , kreativitas peserta)

Sepatu dan Sandal

Walaupun Hujan Deras…. namun Panitia tetap Berjuang…. Merdeka

Perjuangan Kala Hujan

Dingin… Malem-malem Pakai Jaket Ilmu Komputer….. Anget :D