Kapan Siap Menjadi Ibu yang Baik?

25 05 2009

Aku sering bertanya-tanya kapan seorang wanita sudah siap menjadi Ibu yang baik, dimana prioritas utama dalam hidupnya adalah anak dan keluarga. Aku sering melihat, seorang wanita berumur 40 tahunan sekalipun sering terlihat belum siap menjadi Ibu yang baik. Karena lebih mementingkan pekerjaan, arisan, atau belanja-belanja.
Saat ini, aku sering sekali merasa lebih enjoy dengan pekerjaanku dibanding menemani anak bermain dengan anak tetangga atau jalan-jalan dengan anak. Kalau menemaninya bermain dengan anak tetangga yang sebaya atau jalan-jalan selalu saja di otakku terpikir, kerjaan ini belum selesai, yang ini belum, yang itu juga belum. Alhasil jadi tidak nyaman menemani anak bermain. Tapi jika mengurusi pekerjaanku sering sangat tidak nyaman jika ketika tiba-tiba sedang bekerja serius tiba-tiba anak yang tadinya main sendiri bilang minta ini atau minta itu. Kalau dah gitu rasanya pusing, kepala jadi berat.
Nah pertanyaannya apakah akan jadi Ibu yang baik jika finansial terpenuhi? Sepertinya tidak juga, banyak wanita yang menikahi suaminya demi harta, anaknya jadi anak pembantu padahal dia tidak bekerja, yang artinya dia juga belum siap menjadi Ibu yang baik.
Atau akan siap jadi Ibu yang baik jika memang sudah tidak butuh bekerja yang dikejar waktu sehingga lebih tenang menemani anak bermain dengan anak tetangga atau sekedar jalan-jalan. Atau ada jawaban lain?

(sedang merasa tidak menjadi ibu yang baik bagi anak :( )


Tindakan

Information

7 tanggapan

27 05 2009
nirma

dilema seorang wanita yang bekerja. kayanya ini banyak banget terjadi di kalangan wanita. padahal kalo ditelusur2, yang berkewajiban nemenin anak maen kan bapaknya juga, bukan hanya ibu, tapi kenapa anak selalu lari ke ibu yah??

1 06 2009
rosa

Gak tau juga, tapi banyak kok anak yang larinya ke Bapak atau pembantu :D . Setahu saya di agama saya adalah “ibumu ibumu ibumu baru bapakmu” jadi secara kodrat memang anak adalah tanggung jawab ibunya sampai seorang anak harus memperhatikan ibunya tiga kali terlebih dahulu sebelum Bapaknya.

1 06 2009
nirma

kalo menurutku, masalah tanggung jawab tuh ya berdua lah. kalo yang disebut di hadist “ibumu 3x” karena emang ibu yang melahirkan kita.

1 06 2009
rosa

Tanggung jawab memang berdua, tapi yang paling besar harus bertanggung jawab mengasuh anak itu Ibu. Seorang suami kan tanggung jawab terbesarnya adalah mencari nafkah dan membimbing istri, sedangkan istri membimbing anak dan menjaga harta suami. Mungkin itu kali yang kutahu :D . Kalo istri bekerja kan bukan kewajiban tapi hanya membantu suami.

11 06 2009
rinaldimunir

Anak lebih dekat ke siapa (ibu, ayah, pembantu), tergantung cara mendidik dan pendekatan ke anak. Jadi, kalau anak tidak dekat dengan ibunya, berarti memang ibunya belum mengerti cara mendidik anak. Tulisanmu menarik, Rosa.

12 06 2009
rosa

Wah Pak Rin berkunjung ke blog saya :D . Terima kasih atas kunjungannya Pak.

24 09 2009
susi

lebih enaknya kita punya pembantu .jadi jadi semua pekerjaan rumah beres.kita tinggal ngurus anak dan suami.

Tinggalkan sebuah tanggapan